Indahnya 1000 Hari Pertama Menyertai Masa Pertumbuhan Ananda



Halo, Bunda….

Menjadi seorang ibu, tentu menjadi impian bagi setiap wanita. Alhamdulillah, syukur saya panjatkan pada Illahi, atas kepercayaanNya menitipkan Janin di rahimku. Setelah dinyatakan Positif Hamil oleh dokter, Aku mulai memasuki babak baru dalam hidupku. Rasa gugup dan haru, bercampur menjadi satu. Jujur, saya sangat gugup karena minimnya pengetahuan saya tentang kehamilan dan perawatan bayi. Tapi, rasa haru dan bahagia mampu menepis semua kekalutan tersebut, dan saya bertekat akan menjadi ibu terbaik untuknya.

Trisemester Pertama hingga ke tiga

Trisemester pertama sangat berat, rasa mual, pusing, perut terasa kembung, dan rasa malas, seolah menjadi temanku setiap saat. Untungnya suami mau mengerti keluhan saya, dan membantu pekerjaan rumah. Walau saya bekerja di rumah sakit sebagai petugas laboratorium namun bukan berarti saya paham tentang kehamilan dan mengurus bayi. Setiap ada kesempatan, saya sering menyempatkan diri keruang kebidanan untuk berkonsultasi dengan bidan. Selain itu, saya juga rajin browsing berselancar di internet mencari informasi yang saya butuhkan. 

Bagi saya ada beberapa hal yang harus saya pahami saat hamil dan setelah melahirkan yakni, jenis makanan yang harus saya konsumsi untuk pertumbuhan janin. Misalnya telur. Sebab protein yang terkandung di dalam telur, sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, untuk mengimbangi pertumbuhan sel sel janin yang berkembang begitu cepat. Memasuki trisemester kedua, rasa mual dan pusing mulai berkurang. Saya pun mulai mengatur menu diet, sesuai petunjuk dokter. Setelah mengalami keguguran dua kali, membuat saya ingin benar benar menjaga kehamilan yang ke-tiga ini.

Memasuki trisemester ke-dua, saya sudah dua kali harus bedrest, karena flek yang saya alami. Dan saat memasuki bulan ke-enam, kaki janin masuk ke panggul, hingga menimbulkan kontraksi dan membuat sata terus terusan ingin ke toilet. Atas anjuran dokter saya pun bedrest dan cuti kerja selama dua minggu. Selama dua minggu bedrest saya memperlama posisi sujud saat shalat, dan jika tiduran saya meletakkan bantal di bawah bokong, alhamdulillah, janin kembali ke posisi semula dan tidak ada lagi kontraksi, saya pun bisa beraktifitas seperti semula. Pada trisemester ketiga tidak banyak masalah yang saya hadapi. Namun sayang, karena hasil test laboratorium TORCH saya ada yang positif yakni Herpes Simplek, dokter menganjurkan untuk melahirkan secara caesar, saya dan suami pun, menyetujui saran dokter. Hari yang ditunggupun tiba, persalinan berjalan lancer, kini kami di karunia seorang bayi perempuan yang mungil. Kami memberi nama, Zia.

Pasca Melahirkan


Saya sedih sekali, karena setelah melahirkan, ASI saya tidak keluar, bahkan payudara saya tidak mengeras, padahal saya sudah makan obat pelancar ASI dari dokter. Segala upaya sudah dilakukan namun ASI tidak kunjung keluar, akhirnya terpaksa Zia diberi susu formula. 

Pola Makan

sumber: OneDokter

Saya mulai mengenalkan makanan pendamping asih (MPA) pada Zia saat usianya memasuki lima bulan, walau sebenarnya saya ingin menunggu hingga usianya enam bulan, namun atas saran keluarga akhirnya saya mengenalkan MPA pada usia lima bulan. Makanan yang pertama saya berikan adalah pisang yang saya kerok dengan sendok. Wah, ternyata Zia suka sekali dengan makanan pertamanya.


 Saya membiasakan Zia hidup teratur, karena itu saya membuatkan jadwal untuknya. Begini saya mengatur pola makannya. Pukul empat, waktunya Zia minum susu formula sebanyak300 cc, pukul tujuh, waktunya makan bubur bayi, buburnya saya buat sendiri. Saya membuatnya dari segenggam beras, lalu tambahkan sedikit parutan wortel,atau bisa juga diganti dengan brokoli, lalu tambahkan sedikit  daging cincang, dan untuk menambah cita rasanya, saya tambahkan sedikit parutan keju, kemudian masak hingga jadi bubur, setelah bubur matang, saring dengan menggunakan saringan halus. Kemudian jam sepuluh, Zia mendapat cemilan buah pisang, kadang  saya selang seling dengan alpukat. Lalu pukul dua belas, Zia, kembali makan bubur bayinya. Saat bangun tidur, zia kembali minum susu, dan pukul lima sore, saatnya Zia makan bubur lagi, dan minum susu menjelang tidur.

Pola makan Zia cukup teratur, walau saya bekerja di luar rumah, tapi sebelum berangkat ke kantor, saya menyempatkan untuk menyiapkan semua makanannya, sehingga pengasuhnya tinggal memberi saja. Tak lupa saya menelphon pengasuhnya untuk mengingatkan saat jadwal makan Zia tiba. Kebetulan saya kerja tiga siff, jadi walau tidak bisa mendampinginya selama 24 jam, namun setiap ada kesempatan, saya segera mengambil alih mengasuhnya.

Pola Asuh


Saat usia Zia memasuki sembilan bulan, ia mulai menunjukkan tanda tanda ingin berjalan. Masih lekat diingatan saya, Zia paling nekad kalo berjalan di atas kasur, mungkin karena ia tahu, jika terjatuh, ia tidak akan kesakitan. Namun jika saya dan suami melatihnya berjalan di lantai, ia takut untuk melepaskan tangan kami. Jadi zia benar benar bisa berjalan saat usianya satu tahun dua bulan. Yah, cukup lama dibandingkan teman teman seusianya, namun saya tidak ingin memaksanya, yang bisa kami lakukan adalah terus meyakinkannya bahwa ia bisa berjalan tanpa harus dituntun.
Menitipkannya pada pengasuh, tentu cukup merepotkan tentang pola asuh yang ingin kami terapkan pada Zia. Namun, karena suami saya bekerja dari rumah, sehingga ia bisa memantau pengasuh dalam menerapkan pola asuh yang saya inginkan untuk Zia. Yang paling saya tekankan pada pengasuh adalah disiplin jadwal, agar si kecil tahu bahwa semua ada aturannya, seperti jam makan, jam tidur, jam mandi, dan jam bermain. 

Sanitasi

sumber:tokoonline88

Sanitasi sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan anak, hal ini sangat saya sadari setelah beberapa kali Zia harus bolak balik ke dokter. Kalau tidak demam, ya ,mencret. Sedih rasanya saat melihat Zia demam atau mencret. karena itu saya mulai ketat memperhatikan peralatan makan, terutama botol susunya.  Kebersihannya harus benar benar diperhatikan. Setiap hari botol susu Zia saya streilkan di alat steril yang saya beli khusus. Karena saya tidak punya banyak waktu untuk merebusnya, jadi saya pilih yang praktis. Begitupun dengan alat makannya. Setelah mempertimbangkan masalah higienis, akhirnya kami tidak lagi mengkonsumsi air isi ulang, saya memilih merebus air sendiri, atau membeli air mineral yang memang sudah ada label BPOM nya. Begitupun mainan Zia, harus sering dibersihkan, karena tangan mungilnya, selalu masuk kemulutnya.


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini Zia kecilku telah tumbuh besar. Alhamdulillah saya panjatkan pada Allah, atas semua karuniaNya. Saya bahagia bisa menyertai #1000HaripertamaAnanda.



18 komentar:

  1. Lihat Dedek yang sehat, pastinya ada Bunda yang selalu sigap. Keren Mbak, sehat-sehat yaa De Zia...

    BalasHapus
  2. Masya Allah, sehat terus ya Dedek cantik.Jadi, pengen nulis pengalaman 1000 hari si kecil juga, nih...

    BalasHapus
  3. Si cantik udah gede ya mba... sehat terus semuanyaaa

    BalasHapus
  4. Momen hamil sampai anak-anak usia balita emang rasanya banyak banget yg kudu diperhatiin. Karena pada masa-masa itu semua sedang bertumbuh dan berkembang, ajdi bawaannya pengin ngontrol aja. Tapi emang beda rasanya kalau benar2 kita perhatikan. Jadi lebih ayem krn tahu persis setiap perkembangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak, momen yang penuh dengan perjuangan namun sangat berkesan, mengetahui pertumbuhan sang buah hati adalah kebahagian buat saya

      Hapus
  5. MasyaAllah Tabarakllah..sehat dan cantiknya Zia. Semoga jadi anak solehah dan pintar yang membanggakan orang tua ya Nak..Aamiin

    BalasHapus
  6. Saya juga barusan melewati 1000 hari tak terlupakan itu, Mbak. Belum banyak saya tulis secara rinci, sih. Ke depan ingin saya tulis sedikit demi sedikit jadi walaupun 1000 hari itu sudah berlalu, terasa masih dijalani.
    Sehat, salihah terus ya dek Zia 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. menuliskan kisah 1000 hari pertama ananda itu, sangat menyenangkan ya mmba, Aamiin, makasih tante

      Hapus
  7. Muantaab ya ibu2 jaman sekarang, saya dulu dapat pengetahuan ttg perawatan kehamilan saat ikut senam.hamil.di RSCM, krn deket sama kantor. Sekarang bisa didapat dimana aja ya..sukses ya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua sesuai perkembangan zaman bun, kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap aktifitas sehari hari
      Aamiin, dua yang sama buat bunda

      Hapus
  8. Wow! Penuh ujian banget, ya? Semasa aku hamil dulu masalahnya cuma gampang lapar dan ngantuk hihihi ... Tapi sekarang Ananda sehat-sehat kan, yaaa ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, tiap tri semester bikin dag dig dug
      Alhamdulillah, sekarang sehat dan sudah gede..

      Hapus
  9. Saat ini aku masih berjuang melalui 1000 hari pertama kehidupan itu mbak. Makasih infonya, bermanfaat untuk baby M nanti nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perjuangan yang indah ya mbak, walau lelah tapi tawa dan senyum ananda menghilangkan semua rasa lelah itu, peluk cium buat dede, ya mba

      Hapus