Nyawanya Tidak Terselamatkan, Pelajar ini Tewas Digigit Ular Tanah.

fixaby
Ular tanah adalah ular yang sangat agresif, ia sering berdiam diri dengan melingkar di tanah, biasanya ia akan menyerang dengan memipihkan tubuhnya. jika merasa terancam ular mematikan ini akan menyergap dengan cepat.  Habitat ular ini berada di hutan, semak semak, ladang yang tak terurus, dan sekitar pemukiman warga. bentuknya pendek, terlihat lebih gendut dibagian perut, warna punggunggunya kecoklatan hingga kemerah merahan yang dihiasi dengan lebih kurang 20 corak segitiga.

Saat saya masih bertugas di laboratorium sebuah Rumah Sakit di kawasan Cileungsi Bogor, ada pasien yang datang ke UGD dengan keluhan digigit ular Tanah sekitar setengah jam sebelum tiba di UGD. Dokter langsung memeriksa keadaan pasien, karena pasien sudah tidak sadakan diri iapun dimasukkan ke ruang ICU. Disana ia dipantau 24 jam. dengan pengawasan ketat. test laboratorium segaera dilakukan, saat itu  aku yang sedang bertugas.

aku sangat penasaran dengan kisah pasien ini, mengapa ia bisa digigit ular tanah? tapi aku harus bersabar karena keselamatan pasien dan tanggung jawab tugas harus tetap nomer satu. Dokter meminta hasil lab cito, berarti aku harus kerjakan secepat mungkin. pengambilan darah pertama tidak sulit karena pembuluh darah vena pasien terlihat dengan jelas.

Sekitar 30 menit aku kembali ke ICU untuk mengantarkan  prinan  hasil cek laboratorium pasien walau  hasinya sudah aku laporkan via telven ke dokter. Namun karena rasa ingin tahu tentang kejadian pasien, aku mengantar  prinan hasil lab tersebut. suster yana pun bercerita kronologis pasien

Baca Juga : Awalnya Dipaksa Akhirnya Aku Suka Menjadi Tenaga  Analis Kesehatan

menurut informasi yang disampaikan keluarga koran, pasien sedang bermain disemak semak dekat pembuangan sampah, disana ia melihat ular tersebut. bukannya menjauh, ia malah menangkap ular tersebut dan memasukkannya kedalam botol. menurut ibu korban yang sempat melihat ular tersebut saat Rico ( nama korban) membawa nya pulang kerumah. ibu Rico marah lalu menyuruh Rico melepaskan ular tersebut.

Awalnya Rico menolak, tapi akhirnya ia bersedia membuangnya, namun Riko tidak langsung melepaskannya ia malah bermain dengan ular tersebut. Mungkin merasa terancam, akhirnya anak ular tanah itu menggigit kaki Rico. karena terkejut Rico langsung mundur dan anak ular tanah tersebut pergi bersembunyi.

Rico menceritakan kejadian itu pada orang tuanya, tanpa pikir panjang Ibu Rico langsung membawa Rico ke Rumah Sakit, sementara kerabat dan keluarga  mencari ular tanah tersebut.. jarak Rumah Sakit cukup jauh dari rumah Rico yakni sekitar setengah jam sehingga racun ular yang masuk ke tubuh Rico sudah menyebar. Setibanya dirumah sakiti Rico sudah tidak sadarkan diri.

Dokter menyarankan mencari ular itu untuk diambil bisanya, namun sayang ular tersebut sudah menghilang entah kemana. obat anti toksin yang disuntikkan pada Rico tak mampu menghambat penyebaran racun dalam tubuhnya.

Hari kedua, keadaan Rico semakin memburuk, saat aku masuk ke ruang ICU untuk kembali mengambil sampel darahnya, terlihat tubuh Rico sudah membengkak. matanya tak lagi bisa berkedip. sehingga suster selalu memberi cairan agar matanya tidak kering. hasil tes ureumnya sangat tinggi yakni sekitar 150 an yang harusnya tidak boleh lebih dari 40 mg dalam darah, begiti juga dengan hasil creatininnya mencapai angka 3 mg yang harusnya tiak boleh lebih dari 1.2 mg dalam darah.
semua hasil laboratoriumnya meningkat drastis, seperti SGOT SGPT yang menunjukkan bahwa terjadi kerusakan organ ginzal dan lever pada pasien.

memasuki hari ketiga, aku sangat kesulitan mengambil sampel pasien, bahkan aku tidak lagi mengenali wajah pasien. matanya kini ditutup dengan kain khasa, dan berbagai alat lain yang tersambung ke tubuh Rico. Sore harinya Rico menghembuskan napas terakhirnya. Racun Anak Ular tanah itu telah merenggut nyawanya.

Keluarganya hanya bisa pasrah, anak lelagi yang baru menyelesaikan sekolahnya di STM kini telah pergi untuk selamanya.

fixaby

bagiku kisah itu adalah pelajaran yang sangat berharga, apalagi habitat ular tanah itu suka di pemukiman warga yang kurang terurus. karena itu mari kita rajin membersihkan pekarangan rumah dari semak belukar dan ilalang. merapikan tumpukan tumpukan  sampah dan membersihkannya, jangan sampai menjadi sarang ular.



12 komentar:

  1. Yaampun mba aku bacanya ngerih, serem ya bisa ular tanah. Ya Allah, Innalillahi wa inna illaihi rajiun, semoga beliau Allah terima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan sabar menerima cobaan. Aamiin.

    BalasHapus
  2. Innalillahi Wa Inna ilaihi rajiu'n. Terima kasih infonya ya mbak.Di daerah Say masih ada kebun dan semak-semak seperti itu. Semoga Allah SWt melindungi kita semua, aamiin.

    BalasHapus
  3. Mbaaa, baca judulnya aja aku udah ngeriii. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga husnul kotimah ya anak itu.

    BalasHapus
  4. Innalillahi wa inna ikaihi roji'un... semoga husnul khotimah ya anak itu.

    BalasHapus
  5. Pelajarn berharga ini. Ulr tanah sepertinya tidak terlalu mengerikan dibandingkan dengan ular kobra dan phyton, tetapi tetap saja berbisa. Setuju sekali dengan sarannya Mbak, kita harus rajin membersihkan halaman.

    BalasHapus
  6. Duh jadi teringat anak saya...suka main di lingkungan dekat pegunungan, banyak semak belukar....takut ada ular ...

    BalasHapus
  7. Innalillahi wainnailaihi rojiun ... pasti orang tuanya sedih banget kehilangan anak Rico.

    BalasHapus
  8. Innalillahi wa innailaihi rajiun...
    terima kasih sudah berbagi kisah Mbak...ternyata ular tanah berbahaya juga ya..rumah saya dekat swah nih, kadang ada ular di halaman

    BalasHapus
  9. Biasanya orang waspada pada ulo weling saya krg tahu bahasa Indonesianya. Ternyata ular tanag bahaya juga ya

    BalasHapus
  10. Masya Allah...ngeri banget, tp ular kok buat mainan. Tp menyesal.tak ada.guna ya.

    BalasHapus
  11. :( aku paling takut kalo liat gambar ular. Mau itu gambar, video atau film. Ngeri, geli dan takut. Terimakasih infonya mba ... pelajaran buat aku.

    BalasHapus
  12. Mbak aku sedih dan takut ya baca cerita ini. Sedih karena pada akhirnya anak stm tersebut berpulang (Innalillahi wa innailaihi rajiun) dan yang kedua takut jangan2 di kebun belakang rumahku ada ular tanahnya huhu. Memang benar ya, kita harus jaga kebersihan sekitar. SemOga Allah selalu menjaga keluargaku dari hal2 yang buruk. Makasih sangat mbak, sudah berbagi kisah ini.

    BalasHapus