Awas!, Bell's palsy bisa Menyerang Balita

Disini, aku ingin berbagi sedikit pengalaman saat si kecil terserang Bell's palsy...

Malam itu tidak ada hal aneh pada jagoan kecilku. Saat  itu usianya baru memasuki 3 tahun, ia aktif dan lincah bermain bersama kakak kakaknya.
Masih sangat melekat dalam ingatkan ku, ia bermain kejar kejaran sepeda dengan kakak nya. Tiba tiba ia menarik sepeda si kakak, hingga salah satu sisi wajahnya membentur sepeda. Ia menangis sangat kencang, aku hanya bisa memeluknya dan mengolesi minyak herbal di sekitar wajahnya, beberapa menit kemudian si kecil diam karna lelah iapun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya, betapa cemasnya aku ketika melihat wajah jagoanku miring sebelah. Saat dia diam tanpa ekspresi tidak ada yang aneh pada wajahnya, namun akan sangat menyayat hati ketika melihat nya berbicara, apalagi saat dia menangis, sebelah wajahnya tidak bergerak dan yang sebelah lagi tertatik jauh ke bawah, dia kesulitan untuk minum, air yang masuk kemulutnya, sebagian akan merembes tumpah dari sisi bibir yang tertarik ke bawah. Selera makannya turun, ia kesulitan mengunyah, ia hanya mau makanan yang lunak.

Menyadari perubahan yang sangat tiba tiba pada si kecil, saya dan suami membawa kedokter spesialis syaraf, dokter sedikit terkejut dengan yang dialami putra kami, karena biasanya Bell's palsy menyerang orang dewasa, jarang sekali menyerang anak anak, dokter bilang, ia pernah menangani Bell's palsy pada anak tapi usianya sudah 5 tahun.

Lalu dokter menanyakan kebiasaan si kecil, suka kah si kecil tidur di lantai?, suka kah si kecil berlama lama di depan kipas angin?, saya jawab tidak.  lalu saya ceritakan kejadian malam sebelum ia terserang Bell's palsy.. tapi menurut dokter, butuh benturan yang sangat keras dan tepat mengenai syaraf ke 7 yang ada di belakang telingga dan harus ada memar yang nampak disana, setelah diperiksa, tidak ada memar di belakang telinga jagoanku. Kami sempat bingung apa kira kira pencetus si kecil terserang Bell's palsy, saya coba mengingat ingat kembali kebiasaan si kecil.

Tiba tiba dada ini berdegup kencang, saat ingat kebiasaan si kecil menempelkan pipi kanannya pada AC mobil dan ia akan pules tertidur sambil berdiri, terkadang saya tidak tau entah sudah berapa lama dia berdiri disitu saat saya menyadarinya, saya akan menariknya. Tapi sering kali saya kecolongan dan kejadian itu terus berulang sekitar 2 minggu. Dalam hati berbisik mungkinkah itu penyebabnya.

Saya memberanikan diri menceritakan kejadian itu kepada dokter. Lalu dokter mengangguk anggukan  kepalanya Sambil berkata dengan hati hati... iya ibu, itu bisa jadi salah satu pencetus pasien terserang Bell's palsy,.... tubuh ini rasanya lemas perasaan bersalah membuat air mata ku menetes.
Tapi aku harus tetap kuat dan yakin jagoan ku akan baik baik saja, dalam hati berjanji akan merawat nya dan mengobatinya sampai keadaanya pulih kembali.

Dok.... apa anak saya bisa sembuh dan normal kembali seperti semula?
Dokter tersenyum ..
Mudah mudahan ibu,  berdoalah kepada Allah dan lakukan terapi yang teratur.
Laksana air yang menyejukkan tenggotokan yang sedang dahaga, aku pun semangat akan melakukan yang terbaik untuk si kecil.

Kami membawanya ke fisioterapi. kebetulan kami bertetangga dengan sang terapis, beberapa kali pertemuan ia mengajari ku mengurut si kecil, agar bisa melakukannya sendiri di rumah, karna semakin sering dilakukan, kemungkinan pulih semakin cepat, dan kami dianjurkan untuk sering menjemurnya, atau mengompres bagian belakang telinga dengan air hangat. Lalu memberinya vitamin yang diresepkan  dokter, tapi setiap aku memberi vitamin dari dokter, si kecil muntah, akhirnya aku putuskan untuk menghentikan vitamin dan memberinya bubur kacang hijau, untung nya obat radang yang di beri dokter bisa dihabiskan si kecil.

Menurut dokter, 2 minggu paling cepat waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan pasien dan paling lama 3 bulan. Hemnm, waktu yang cukup pajang

Hari demi hari kami lewati menunggu ke pulihan si buah hati, 2 minggu sudah berlalu, alhamdulillah kondisi si kecil mulai membaik, nafsu makannya mulai pulih, namun wajahnya belum simetris. Kami tak putus asa melanjutkan instruksi dan arahan fisioterapi. Alhamdulillah, 3 bulan rutin mengurut wajah si kecil dan  menjemurnya hingga hari hari yang ditunggu pun tiba, masuk bulan ke 3 jagoan ku sudah pulih kembali, wajah yang aku rindu sudah kembali, ekspresi lucu kini hadir kembali, senyum dan  tawa nya kini kembali lagi, seperti 3 bulan yang lalu sebelum Bell's palsy menyembunyikan nya dari ku.

Terima kasih ya Allah Engkau berikan lagi keceriaan di keluarga ku.

0 komentar:

Posting Komentar