"Dia.., Pria baju biru itu kembali berada tepat di depanku, ini sudah ke tiga kalinya kami berada dalam sebuh gerbong kereta. Mata itu,... mata itu seolah terus mengawasi gerak gerikku atau ini hanya perasaanku saja, jangan jangan mataku yang terus mengawasi gerak geriknya, haish... masak iya aku kepincut sama orang yang tidak kukenal sama sekali, siapa namanya, dimana tinggalnya, atau jangan jangan suami orang lagi, oh nooo,... aku harus berbalik membelakanginya, malukan kalau tiba tiba dia tahu aku sedang ge er"

Baru saja Lisa membalikkan badannya, sontak dia kaget, dan kembali membalikkan badannya menghadap pria baju biru itu lagi.

"Astaghfirullah,... sedang apa pria dibelakangku ini, gawat! aku harus pindah, iiihhh, jijiiiikk!"

Lisa merangsek maju kedepan mendekati pria baju biru di depannya, seolah mengerti, pria baju biru itu memberi tempat untuknya.  kini lisa tepat berada di depan pria baju biru itu. Senyaaappp, tidak ada suara, tidak ada salam sapa, lidah lisa terasa kelu, entah kemana suara lisa yang nyaring itu, bahkan sangkin nggak bisa diam, ia dapat predikat lisa ceriwis, tapi,... hari ini sepertinya predikat itu, salah alamat. Tak lama kereta pun berhenti di stasiun senen, Lisa bergegas turun dari kereta.

"huf,.. " Lisa menarik nafas panjang, seolah baru lepas dari sekapan penyamun,

***

Sepanjang perjalanan menuju kantornya, Lisa senyum tersipu malu, pipinya merah merona, terukir senyuman tipis yang berusaha ia sembunyikan. Sesampainya di kantor, Lisa meletakkan tasnya di laci mejanya. Pria berbaju biru itu, terus berputar putar di kepalanya.

"Assalammualaikum, nona lisa..." Sapa Gendis yang dari tadi memperhatikannya.

"Waalaikum salam, Gendis... bikin kaget aja!"

"Duh, yang lagi kasmaran, senyum senyum sama tembok, hihi.."

"Gendis, sana ah, ganggu aja!" wajah Lisa semakin memerah, ia buru buru mencari kesibukan, membuka komputer di depannya.

"Cuit, cuit...Kauuu pakai baju biruuu... oh, berbunga haaatikuuu,...haha" Gendis segera melarikan diri melihat gelagat lisa yang akan segera menimpuknya dengan streples.

 ***

"Lisa, tumben jam segini udah masuk kamar, kamu sakit?" tanya Dela teman kosan lisa

"Nggak kok, mbak, aku cuma mau istirat, tadi di kantor banyak kerjaan" sahut Lisa sekenanya

Di dalam kamarnya yang berwarna ungu itu, Lisa melanjutkan hayalannya, tersenyum pada dinding yang dihiasi dengan stiker kupu kupu. Ia memeluk gulingnya dengan manja, sehingga bunyi getaran ponselnya mampu membuatnya terkejut dan melompat dari tempat tidurnya. ia menarik napas panjang,

"huf,.. duh, bikin kaget aja nih handphone" gumamnya sambil membuka pesan yang masuk.

"Whaaaat, ada yang mau taaruf denganku" seketika, bayangan pria baju biru itu hilang dari kepalanya. ia tersadar dari lamunan yang sempat membuatnya melayang layang seperti sedang mabok kopi.

***

"Astagfirullah, Pria baju biru itu lagi, kali ini aku tidak boleh melirik lagi padanya, aku harus menjaga pandanagnku, bismillah" gumam Lisa dalam hati, ia membelakangi pria yang terus menghantuinya itu. Kereta terus melaju menghantarkan penumpang ke stasiun demi stasiun, Lisa turun di stasiun senin seperti biasa. Kali ini, dia benar benar berusaha keras mengendalikan pikirannya. Tapi sepertinya usahanya akan sia sia, sebab pria baju biru itu kini berjalan tepat di depannya.

"Nih orang mau kemana sih, nggak biasanya dia turun di sini" Gumam Lisa
 Lisa semakin gusar, melihat pria itu memasuki gedung tempat ia bekerja.

"Assalammualaikum, Pagi Pak Irfan" Sapa Gendis saat berpapasan dengan pria baju biru itu.

Lisa yang melihat itu, berusaha untuk tetap tenang, lalu dengan wajah polos ia mendekati Gendis

"Ndis, emang itu tadi siapa?"

"Yang mana?" tanya gendis sambil mengerutkan dahinya

"Yang barusan kamu sapa tadi?"

"wh, itu pak Irfan, owner perusahaan ini, emang kamu belum kenal? tanya Gendis mendadak, membuat Lisa gugup dan salah tingkah

"Belum, aku nggak pernah ketemu sebelumnya di kantor ini" jawab Lisa sambil mencari kesibukan

"Tapi, Ndis, sepertinya tadi kami satu kereta dan di gerbong yang sama, masak pak Irfan naik kereta, bukannya kamu bilang tadi dia owner perusahaan ini?" tanya lisa berhati hati

 "Pak Irfan rumahnya jauh di Bogor, Ia lebih memilih naik kereta daripada naik mobil, lagian tidak setiap hari kan pak Irfan masuk kantor, paling kalau mau bertemu klien, pak Irfan pake mobil kantor" Gendis menerangkan dengan antusias.

"Ndis, Pak Irfan udah married belum?" tanya Lisa berbisik

"Wahaahaa.., hayoo, Kamu naksir ya sama pak Irfan? Goda Gendis

"Diiih, ya enggak lah, kenal juga enggak?!" Wajah Lisa kembali memerah

"Eh, Sa, nggak apa-apa kali..., Aku juga naksir kok sama pak Irfan, udah ganteng, baik, pintar, tajir lagi, duuh, wanita mana coba yang nggak kelepek kelepek?"

"Aku doain deh, semoga Kamu beruntung, Ndis" kata Lisa sambil membuka ponselnya membaca pesan yang baru masuk.

Lisa menarik napas panjang, pesan yang kembali mengingatkannya untuk hadir di rumah kakak asuhnya untuk taaruf dengan seorang ikwan

***

Ghorden pembatas pun dibuka, Lisa hanya menunduk, menunggu arahan dari kak Salwa dan suaminya. Setelah doa kafaratul majelis usai dibaca, Bang Ahmad suami kak Salwa mempersilahkan pria yang duduk di sampingnya untuk memperkenalkan diri.

"Assalammualaikum, terima kasih saya ucapkan kepada bang Ahmad dan kak Salwa yang sudah bersedia menjadi perantara kami bertaaruf"

Lisa mendengarkan dengan seksama suara yang masih asing di telinganya.

"Dan saya ucapkan terimakasih juga untuk dek Lisa yang sudah bersedia hadir memenuhi undangan ini, perkenalkan nama saya Gilang Maulan"

Lisa hanyut dalam suasana taaruf, kini bayangan pria berbaju biru itu luluh lantak dan sirna tertimbun alunan suara lembut nan berwibawa di hadapannya. Kini hatinya mantap melangkah menuju masadepan bersama pria yang akan segera mengkhitbahnya.

  baca yang ini juga ya
http://www.kamkayah.com

View Post




"Gea, Kamu harus tinggalkan Andrey, malam ini juga Kamu harus pergi ke Jakarta, di sana sudah menunggu tante Nela" Ujar mama sembari memasukkan baju Gea ke koper.

"Tapi Ma, bagaimana dengan mama dan papa? Gea takut terjadi apa apa dengan keluarga ini" Gea menatap mamanya yang sibuk mengemasi barang barang Gea.

"Gea, cepat berkemas, nanti kamu ketinggalan pesawat, ini pesawat terakhir malam ini" tiba tiba papa Gea, muncul dari balik pintu kamar.

Gea masih terlihat kalut, ia benar benar bimbang, mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya.
tapi sepertinya ia tidak punya pilihan selain melarikan diri. dan menikah dengan sahabat kecilnya, Leo.

"Maafkan aku, Mas Andrey, Aku tidak bisa memenuhi janjiku, setelah semu permintaanku kamu penuhi" Sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya, Gea segera mengambil kopernya, dan bergegas mengikuti papanya menuju mobil.

***


"Tante, Gea mau istirahat dulu, ya... Gea lelah" Gea melangkah menuju kamar yang sudah disiapkan tante Nela.

"Gea.."

suara itu menghentikan langkah Gea, suara yang tak asing lagi baginya, "Leo.." Gumamnya dalam hati.

"Gea, Aku ingin bicara sama kamu"

Belum sempat Gea menoleh, ponselnya berbunyi "Papa... halooo.. papa..." Gea berteriak histeris, mendengar suara gaduh di ponselnya "Halooo... Papa... Papa... ada apa, Pa... kenapa suara gaduh sekali.." teriak Gea, sambil menuju keluar mencari sinyal.

"Gea.... kamu jaga diri baik baik ya, Nak!"

"iya,.. tapi ada apa, Pa... mengapa suara nya begitu gaduh"

"Rumah kita terbakar, Sayang..."

"Papa.... hiks...hiks... apa ini ada hubungannya dengan Mas Andrey?"

"Papa tidak tahu, Sayang... Kamu harus hati hati di Jakarta, Papa dan Mama akan segera menyusul ke sana, untuk menghadiri pernikahan kamu dengan Leo"

Iya, Pa... Papa dan Mama juga hati hati di sana, ya, dan secepatnya terbang ke sini"

Leo menatap wajah Gea, ia berusaha menghibur wanita yang di jodohkan oleh keluarganya itu.

***

Gea menatap bayangannya di depan kaca, gaun pengantin berwarna putih yang ia pilih bersama Andrey, kini ia kenakan di hari pernikahannya dengan Leo, sahabat kecil dan juga sepupunya.
Lama ia menatap wajah yang di hias dengan mahkota di kepalanya, bertaburkan bunga melati melilit di hijab yang ia kenakan.

waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 WIB, yang artinya, sudah setengah jam berlalu dari jadwal pernikahan yang di tentukan. Gea hanya menatap bayangannya di cermin, ia tersenyum memandangi air matanya yang bercucuran melunturkan makeup di pipinya.

"selamat jalan, Leo, semoga kalian bahagia"Gumamnya hampir tak terdengar.

***

"Mama... jangan menangis lagi, Papa sudah tenang di sana"

Mama tak beranjak sedikitpun dari pusaran suaminya, walau ia terus menyeka buliran air mata di pipinya, namun air mata itu seakan tidak bernah habis.

"Ma... hari mulai gelap, mari kita pulang, Ma.., Gea pusing, Gea lelah"
suara Gea mulai terdengar melemah dan bergetar, ia pun tak kuasa menahan air matanya.

***

"Gea,... hari sudah sore, sebaiknya kita pulang" Leo membantu Gea membujuk Mama yang tak ingin beranjak dari nisan papa.

"Leo, untuk apa kamu datang, Kamu hanya menambah penderitaan Gea saja, belum puas kamu menghancurkan keluargaku!" suara mama terdengar bergetar menahan amarah.

"Tante... izinkan saya menebus semua kesalahan Saya" Leo bersimpuh di kaki wanita paruhbaya yang terlihat pucat itu.

"Pergi kamu!.. jangan pernah mendekati Gea lagi!" Mama menarik tangan Gea menjauh dari pusaran papa. Gea, mengikuti langkah mamanya seolah tak pernah ada pilihan untuknya.

mata Gea menatap jauh kedepan menembus batas jauh ke seberang pulau.
"Mas Andrey, adakah maaf untukku di sana?"

***

"Mas Andrey, kamu sudah minum obatnya?" suara lembut lina menghampiri Andrey, menyentuh bahunya dengan penuh kelembutan.

"Sudah, terimakasih, Sayang, kamu perhatian banget sama Aku, Lina, boleh Aku tanya sesuatu sama Kamu?"

"Boleh, Mas mau tanya apa?"

"Apa Kamu tak ingin kembali pada Leo?"

"Tidak, Mas, Aku sudah memutuskan untuk merawatmu,.menjagamu, dan menemanimu"

" Tapi kenapa, Lin? Mengapa Kamu mau melakukan semua ini?

"Maafkan Aku, Mas Andrey, mungkin saat ini alasanku adalah karena tanggung jawabku sebagai seorang istri, Tapi aku akan berusaha untuk menumbuhkan cinta di hatiku, Aku sangat berterimakasih pada Mas Andrey, yang sudah bersedia membiayai pengobatan Ayah, dan melunasi semua hutang keluarga kami"

Andrey menarik napas panjang, ia memandangi mobil Fortuner sebagai mas kawin Gea, yang kini hanya terparkir di depan rumahnya.

"Aku juga minta maaf, Lina.. Aku belum bisa memberikan hatiku sepenuhnya padamu, namun aku berjanji akan berusahan menyiram dan merawatnya hingga tumbuh dan bersemi"

"Terimakasih, Mas Andrey" senyum Lina merekah, menatap pria yang duduk di kursi roda karena kehilangan kedua kakinya setelah mengalami kecelakaan.

Ya... satu minggu menjelang pernikahannya dengan Gea, Andrey mengalami kecelakaan, dan kedua kakinya harus di amputasi. Orang tua Gea tidak mau punya menantu cacat yang hanya bisa duduk di kursi roda. 
 













View Post



Haloo, Sobat Blogger

Pernah nggak sih kamu ngalami saat jalan jalan atau lagi nge-mall, lupa bawa dompet? Saya pernah,lho, rasanya sebel banget, pengen marah tapi nggak tahu marah sama siapa. padahal dari rumah itu udah disiapin semua, entah kenapa si dompet malah nggak kebawa, sebelkan? mau ngapain aja jadi nggak bisa, boro boro mau shoping, beli makanan saja enggak punya duit, duh, merananya. Kebayangkan, gimana rewelnya anak anak dibawa ke mall, tapi cuma muter muter doang, duh..duuh.
Untung saya punya kebiasaan, kalau ada kembalian nggak langsung di masukin ke dompet, tapi di cemplungin aja ke dalam tas. jadi lumayanlah cukup buat pesan makanan sambil numpang duduk. Setelah selesai makan, saya buru buru ngajak anak anak pulang, meminta pengertian mereka kalau bundanya lupa bawa dompet.

Apa itu T-Cash?


Sambil menunggu ojol (ojek online) saya membuka smartphon, ngecek email yang masuk. Ada inbox dari BP NETWORK, wah, ada kompetisi blog ulang tahun TCASH. Karena penasaran ingin tahu lebih dalam tentang TCASH saya pun browsing di internet. Ternyata TCASH adalah lauyanan uang elektronik dari Telkomsel. T-Cash sudah dirilis sejak 2010 lalu, dan pada tahun 2014 TCASH di perbaharui dengan dukungan teknologi Near Field Communication, atau yang kita kenal dengan NFC, T-Cash menjadi salah satu layanan lifestyle telkomsel yang pada tahu 2016 lalu telah dipakai oleh lebih dari sejuta pengguna telkomsel.


teknologi Near Field Communication (NFC).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nistanto
teknologi Near Field Communication (NFC).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nistanto
dukungan teknologi Near Field Communication (NFC).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nistanto
dukungan teknologi Near Field Communication (NFC).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nistanto
Saya pun penasaran, apasih manfaat TCASH ini, hingga diminati pengguna telkomsel, saya juga pengguna telkomsel, lho, siapa tahu memang bermanfaat, bisa ikutan pasang juga, iyakan?
owh, ternyata TCASH bisa dipakai untuk belanja, kirim pulsa, membayar tagihan, membayar merchant, dan kirim uang. wow, lengkap ya!
Pelanggan Telkomsel bisa mengaktifkan layanan T-Cash dengan cara berikut ini: 1. Aktifkan T-Cash dengan menghubungi *800*88# melalui perangkat mobile. 2. Dapatkan stiker T-Cash di GraPARI terdekat. 3. Tempelkan stiker T-Cash pada smartphone (disarankan untuk mematikan fitur NFC yang terdapat pada smartphone atau tempel stiker di bagian yang tidak menutupi area NFC). 4. Customer service Telkomsel akan membantu pelanggan mengaktifkan nomor PIN T-Cash 5. Stiker T-Cash akan aktif pada transaksi pertama

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nistaayar merchant, dan kirim uang. Hem, coba dari kemarin saya tahu tentang T-Cash, walau dompet ketinggalan seperti saat ini, saya masih bisa belanja, nggak mati gaya kayak gini.



Ternyata Telkomsel meluncurkan produk T-Cash sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yakni Gerakan nasional Non Tunai (GNNT). Dan tentunya T-Cash sudah mengantongi surat izin dari Bank Indonesia, jadi sebagai pengguna tidak perlu khawatir, dijamin aman!
Pelanggan Telkomsel bisa mengaktifkan layanan T-Cash dengan cara berikut ini: 1. Aktifkan T-Cash dengan menghubungi *800*88# melalui perangkat mobile. 2. Dapatkan stiker T-Cash di GraPARI terdekat. 3. Tempelkan stiker T-Cash pada smartphone (disarankan untuk mematikan fitur NFC yang terdapat pada smartphone atau tempel stiker di bagian yang tidak menutupi area NFC). 4. Customer service Telkomsel akan membantu pelanggan mengaktifkan nomor PIN T-Cash 5. Stiker T-Cash akan aktif pada transaksi pertama

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu T-Cash dan Cara Menggunakannya", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/23/18050057/apa.itu.t-cash.dan.cara.menggunakannya.
Penulis : Reska K. Nist

Cara Mengaktifkan T-Cash

Setelah tahu apa itu T-Cash dan manfaatnya, saya pun tidak sabar ingin mengaktifkan T-Cash di samrtphon saya, caranyapun cukup mudah, yakni, cukup menghubungi *800*88# melalu smartphon saya, lalu ambil stiker T-Cash di graPARI terdekat. kemudian tempel deh stikernya di smartphon. tapi ingat matikan NFC di handphone atau pastiken stiker tidak menutupi bagian area NFC. Nah setelah itu mintalah bantuan costemer service untuk mengaktifkan nomer PIN T-Cash di smartphone kamu, sudah deh, stiker T-Cash akan aktif pada transaksi pertama. Gampangkan!


Jika T-Cash sudah aktif, jangan lupa isi saldonya ya, sobat, haha... sama juga bodong kalo T-Cash di aktifin tapi nggak di isi saldonya, hahaha..
sumber: kompas.com
Pelanggan bisa mengisi saldo melalui graPARI, ATM Bersama, atau melalui gerai Indomaret terdekat. Nah habis itu cuus deh, belanja ke merchant merchant pilihan telkomsel. banyak,lho pilihannya seperti Wendy's, McDonald's, The Coffee Bean atau kalau mau nonton di Cinema XXI juga bisa, mau beli buku di Gramedia jua bisa, bahkan T-Cash juga bisa di pakai di Belanja dot com, dan masih banyak yang lainnya, pokoknya seru deh.

Kirim Pulsa 


Sejak menikah saya tinggal berjauhan dengan bunda, kami berintraksi hanya melalui vidio call. Curhat dengan bunda membuat saya nyaman, karena bunda selalu memberi solusi yang terbaik untuk Saya. Sebagai bentuk perhatian dan ungkapan rasa sayang pada bunda, sering saya mengirimkan pulsa untuknya. Kalau dulu seringnya melalui ATM atau di minimarket dekat rumah. Nah, sekarang ada TCASH yang memudahkan semua urusan, selain kirim pulsa saya juga bisa kirim saldo untuk bunda. Soalnya semenjak ayah tiada, bunda sering mengisi waktunya dengan mengaji, jalan jalan, atau belanja, bersama teman temannya.

Lagian, T-Cash sering ada promo kadang saat beli makanan, eh dapat potongan harga, duuh, senangnya, berasa nemu duit di mesin cuci,.. haha
Selain itu kadang pas lagi beli tiket masuk ke tempat wisata, tiba tiba dapat promo karena bayar pake TCASH, lumayan juga lho, potongannya. Saya aja senang pake TCASH karena praktis dan sering dapat potongan harga, apalagi bunda, yang suka neraktir temannya, pasti bunda suka banget nih TCASH.
kalau kamu menghadiahkan TCASH untuk siapa?  











View Post


Halo, Bunda….

Menjadi seorang ibu, tentu menjadi impian bagi setiap wanita. Alhamdulillah, syukur saya panjatkan pada Illahi, atas kepercayaanNya menitipkan Janin di rahimku. Setelah dinyatakan Positif Hamil oleh dokter, Aku mulai memasuki babak baru dalam hidupku. Rasa gugup dan haru, bercampur menjadi satu. Jujur, saya sangat gugup karena minimnya pengetahuan saya tentang kehamilan dan perawatan bayi. Tapi, rasa haru dan bahagia mampu menepis semua kekalutan tersebut, dan saya bertekat akan menjadi ibu terbaik untuknya.

Trisemester Pertama hingga ke tiga

Trisemester pertama sangat berat, rasa mual, pusing, perut terasa kembung, dan rasa malas, seolah menjadi temanku setiap saat. Untungnya suami mau mengerti keluhan saya, dan membantu pekerjaan rumah. Walau saya bekerja di rumah sakit sebagai petugas laboratorium namun bukan berarti saya paham tentang kehamilan dan mengurus bayi. Setiap ada kesempatan, saya sering menyempatkan diri keruang kebidanan untuk berkonsultasi dengan bidan. Selain itu, saya juga rajin browsing berselancar di internet mencari informasi yang saya butuhkan. 

Bagi saya ada beberapa hal yang harus saya pahami saat hamil dan setelah melahirkan yakni, jenis makanan yang harus saya konsumsi untuk pertumbuhan janin. Misalnya telur. Sebab protein yang terkandung di dalam telur, sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, untuk mengimbangi pertumbuhan sel sel janin yang berkembang begitu cepat. Memasuki trisemester kedua, rasa mual dan pusing mulai berkurang. Saya pun mulai mengatur menu diet, sesuai petunjuk dokter. Setelah mengalami keguguran dua kali, membuat saya ingin benar benar menjaga kehamilan yang ke-tiga ini.

Memasuki trisemester ke-dua, saya sudah dua kali harus bedrest, karena flek yang saya alami. Dan saat memasuki bulan ke-enam, kaki janin masuk ke panggul, hingga menimbulkan kontraksi dan membuat sata terus terusan ingin ke toilet. Atas anjuran dokter saya pun bedrest dan cuti kerja selama dua minggu. Selama dua minggu bedrest saya memperlama posisi sujud saat shalat, dan jika tiduran saya meletakkan bantal di bawah bokong, alhamdulillah, janin kembali ke posisi semula dan tidak ada lagi kontraksi, saya pun bisa beraktifitas seperti semula. Pada trisemester ketiga tidak banyak masalah yang saya hadapi. Namun sayang, karena hasil test laboratorium TORCH saya ada yang positif yakni Herpes Simplek, dokter menganjurkan untuk melahirkan secara caesar, saya dan suami pun, menyetujui saran dokter. Hari yang ditunggupun tiba, persalinan berjalan lancer, kini kami di karunia seorang bayi perempuan yang mungil. Kami memberi nama, Zia.

Pasca Melahirkan


Saya sedih sekali, karena setelah melahirkan, ASI saya tidak keluar, bahkan payudara saya tidak mengeras, padahal saya sudah makan obat pelancar ASI dari dokter. Segala upaya sudah dilakukan namun ASI tidak kunjung keluar, akhirnya terpaksa Zia diberi susu formula. 

Pola Makan

sumber: OneDokter

Saya mulai mengenalkan makanan pendamping asih (MPA) pada Zia saat usianya memasuki lima bulan, walau sebenarnya saya ingin menunggu hingga usianya enam bulan, namun atas saran keluarga akhirnya saya mengenalkan MPA pada usia lima bulan. Makanan yang pertama saya berikan adalah pisang yang saya kerok dengan sendok. Wah, ternyata Zia suka sekali dengan makanan pertamanya.


 Saya membiasakan Zia hidup teratur, karena itu saya membuatkan jadwal untuknya. Begini saya mengatur pola makannya. Pukul empat, waktunya Zia minum susu formula sebanyak300 cc, pukul tujuh, waktunya makan bubur bayi, buburnya saya buat sendiri. Saya membuatnya dari segenggam beras, lalu tambahkan sedikit parutan wortel,atau bisa juga diganti dengan brokoli, lalu tambahkan sedikit  daging cincang, dan untuk menambah cita rasanya, saya tambahkan sedikit parutan keju, kemudian masak hingga jadi bubur, setelah bubur matang, saring dengan menggunakan saringan halus. Kemudian jam sepuluh, Zia mendapat cemilan buah pisang, kadang  saya selang seling dengan alpukat. Lalu pukul dua belas, Zia, kembali makan bubur bayinya. Saat bangun tidur, zia kembali minum susu, dan pukul lima sore, saatnya Zia makan bubur lagi, dan minum susu menjelang tidur.

Pola makan Zia cukup teratur, walau saya bekerja di luar rumah, tapi sebelum berangkat ke kantor, saya menyempatkan untuk menyiapkan semua makanannya, sehingga pengasuhnya tinggal memberi saja. Tak lupa saya menelphon pengasuhnya untuk mengingatkan saat jadwal makan Zia tiba. Kebetulan saya kerja tiga siff, jadi walau tidak bisa mendampinginya selama 24 jam, namun setiap ada kesempatan, saya segera mengambil alih mengasuhnya.

Pola Asuh


Saat usia Zia memasuki sembilan bulan, ia mulai menunjukkan tanda tanda ingin berjalan. Masih lekat diingatan saya, Zia paling nekad kalo berjalan di atas kasur, mungkin karena ia tahu, jika terjatuh, ia tidak akan kesakitan. Namun jika saya dan suami melatihnya berjalan di lantai, ia takut untuk melepaskan tangan kami. Jadi zia benar benar bisa berjalan saat usianya satu tahun dua bulan. Yah, cukup lama dibandingkan teman teman seusianya, namun saya tidak ingin memaksanya, yang bisa kami lakukan adalah terus meyakinkannya bahwa ia bisa berjalan tanpa harus dituntun.
Menitipkannya pada pengasuh, tentu cukup merepotkan tentang pola asuh yang ingin kami terapkan pada Zia. Namun, karena suami saya bekerja dari rumah, sehingga ia bisa memantau pengasuh dalam menerapkan pola asuh yang saya inginkan untuk Zia. Yang paling saya tekankan pada pengasuh adalah disiplin jadwal, agar si kecil tahu bahwa semua ada aturannya, seperti jam makan, jam tidur, jam mandi, dan jam bermain. 

Sanitasi

sumber:tokoonline88

Sanitasi sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan anak, hal ini sangat saya sadari setelah beberapa kali Zia harus bolak balik ke dokter. Kalau tidak demam, ya ,mencret. Sedih rasanya saat melihat Zia demam atau mencret. karena itu saya mulai ketat memperhatikan peralatan makan, terutama botol susunya.  Kebersihannya harus benar benar diperhatikan. Setiap hari botol susu Zia saya streilkan di alat steril yang saya beli khusus. Karena saya tidak punya banyak waktu untuk merebusnya, jadi saya pilih yang praktis. Begitupun dengan alat makannya. Setelah mempertimbangkan masalah higienis, akhirnya kami tidak lagi mengkonsumsi air isi ulang, saya memilih merebus air sendiri, atau membeli air mineral yang memang sudah ada label BPOM nya. Begitupun mainan Zia, harus sering dibersihkan, karena tangan mungilnya, selalu masuk kemulutnya.


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini Zia kecilku telah tumbuh besar. Alhamdulillah saya panjatkan pada Allah, atas semua karuniaNya. Saya bahagia bisa menyertai #1000HaripertamaAnanda.



View Post



Hari ini bertepatan pada tanggal 28 oktober 2018, Komnas Perlindungan anak Indonesia juga memperingati hari perlindungan anak yang diselenggarakan di Tamini Square. Salah satu sebagai pengisi acara adalah pagelaran angklung yang di bawakan oleh dua ratus siswa siswi dari sekolahan si kakak di tambah lima puluh siswa siswi anggota marching band. Itu baru dari sekolahan si kakak, dari sekolah lain di seluruh DKI jakarta, tak kalah banyak mengerahkan siswa siswinya plus orang tua dan guru yang turut mengawasi.

Ramai?

 

Jangan ditanya ramai dan sesaknya loby utama Tamini Square saat ini, semua ingin menonton pertunjukan yang di persembahkan oleh seluruh siswa siswi yang mewakili sekolahnya. Tari tradisional pun turut memeriahkan acaranya, mulai dari  tari betawi, tari piring, tari saman dan masih banyak tarian daerah lainnya yang dipertunjukkan. Pertunjukan marhing band pun tak ketinggalan mengisi acara tersebut, begitu juga dengan sebuah lagu yang langsung di ciptakan oleh ketua KPAI bapak Arist Merdeka Sirait yang di nyanyikan oleh empat siswi yang di iringi oleh dua ratus siswa siswi dengan angklung.


Shoping?

 
sumber: fixaby

  Karena acaranya berlangsung di Mall, saya pun tergoda untuk keliling Mall. Kalau sudah keliling ada saja barang yang nyantol di mata, terus reflek deh, tangan buka dompet, haha... padahal dari rumah sudah bertekad tidak akan shoping. Sengaja bawa uang cuma secukupnya buat beli jajan. Tapi saya lupa meninggalkan ATM. Sayapun mencari ATM center dan akhirnya saya shoping juga, wkwkwk...

Eits, tapi tekad untuk tidak boros masih ada kok, jadi ambil duitnya secukupnya aja. ha..ha..ha.. #ngeles

Tugas Pokok dan Fungsi KPAI

 

Selama ini sering kita mendengar tentang aktivitas KPAI melalui media masa, namun mungkin belum banyak diantara kita yang paham betul apa fungsi KPAI dan bagaimana kedudukannya di Negara tercinta kita ini. Nah, biar nggak penasaran yuk kita simak apa fungsi KPAI tersebut.

Dalam Pasal 74 UU Perlindungan Anak berbunyi :

(1) Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan penyelenggaraan pemenuhan Hak Anak, dengan Undang-Undang ini dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bersifat independen.
(2) Dalam hal diperlukan, Pemerintah Daerah dapat membentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah atau lembaga lainnya yang sejenis untuk mendukung pengawasan penyelenggaraan Perlindungan Anak di daerah.”.
Selanjutnya dalam Pasal 76 UU Perlindungan Anak, dijelaskan tugas pokok KPAI yang berbunyi sebagai berikut :
a. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan Hak Anak;
b. memberikan masukan dan usulan dalam perumusan kebijakan tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak.
c. mengumpulkan data dan informasi mengenai Perlindungan Anak;
d. menerima dan melakukan penelaahan atas pengaduan Masyarakat mengenai pelanggaran HakAnak;
e. melakukan mediasi atas sengketa pelanggaran Hak Anak;
f. melakukan kerja sama dengan lembaga yang dibentuk Masyarakat di bidang Perlindungan Anak.
g. memberikan laporan kepada pihak berwajib tentang adanya dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang ini.”

Kedudukan KPAI

KPAI merupakan lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan pasal 74 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Kedudukan KPAI sejajar dengan komisi-komisi negara lainnya, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS), Komisi Kejaksaan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan lain-lain.



Nah, sekarang sudah paham kan apa itu KPAI, jadi kalau Sahabat Blogger butuh bantuan tentang perlindungan anak, sudah tahu harus kemana.
Semoga anak anak kita di jauhkan dari segala tindak kejahatan, baik oleh orang asing maupun orang terdekat sekalipun. 
View Post




Berlibur di Jakarta tentu tidak melulu harus nge-mall, banyak juga kok dijakarta tempat berlibur dengan nuansa alam yang meng-edukasi, misalnya pantai Ancol. Di sini banyak sekali arena permainan yang bisa kamu pilih, misalnya, gelanggang samudra, Dufan, Seaword, atau hanya sekedar bermain di pinggir pantai. Kamu, bisa menyesuaikan dengan budget yang tersedia. Karena semua wahana di sini berbeda beda harga tiketnya. Dalam tulisan kali ini saya mau cerita tentang perjalanan kami ke Sea word dan pantai ancol.


berfoto di dalam terowongan aquarium
bersama bunda tercinta


spot di dalam mulut ikan
Jalan jalan kali ini terasa berbeda, sebab ada ibunda yang turut menyertai. Kami memilih berangkat setelah selesai makan siang. Karena weekend, jalanan di Jakarta sedikit lengang. benar saja hanya 45 menit, kamipun sampai ditujuan. Kami harus bayar tiket dipintu masuk sebesar 180 ribu rupiah, untuk enam orang penumpang beserta parkir mobil. Kamipun langsung menuju Seaword. Ternyata wahanan ini lumayan padat, sehingga kami sedikit kerepotan menjari parkir. Alhamdulillah, ada mobil yang keluar sehingga kami tidak perlu parkir terlalu jauh.

Untuk masuk kedalam SeaWord, kami harus membayar tiket sebesar 100 ribu rupiah per orang. anak dengan tinggi 80 cm sudah diwajibkan membayar tiket. setelah mendapatkan tiket kamipun masuk ke wahana tersebut. didalam cukup ramai pengunjung dengan semua umur, mulai dari bayi merah hinggaa kakek nenek, semua ada di sini.
 Abi mengelus kura kura

Tempat yang pertama kami kunjungi adalah kura kura yang memang terletak di tengah tengah aula. hampir semua pengunjung takjub pada ukuran kura kuranya serta warna kuning kehijauannya yang sangat indah. hampir setiap pengunjung menyentuk kura kura tersebut, termasuk, kami.setelah puas melihat kura kura, kami beralih mengunjungi ikan hiu. Tidak seperti ikan lain pengunjung bisa menyentuh kaca ikan tersebut, berbeda dengan ikan hiu, jarak pandang di batasi sejauh 1 meter dan di beri pembatas tembok, mungkin demi keamanan pengunjung, ya, Bun?

aquarium dengan berbagai jenis ikan
Setelah itu kami mendekati aquarium yang di isi dengan bermacam macam ikan, sepertinya semua jenis ikan laut. setelah itu kami berpindah menuju ruang ubur ubur. di sini, ubur ubur berada dalam aquarium yang berbeda beda, dan disinari dengan lampu yang warna warni. Melihat ubur ubur ini, seperti sedang berada diruang karauke, haha... soalnya lampunya kelap kelip dan penerangannya sedikit remang remang.

setelah puas melihat ubur ubur, kami pun menuju area yang paling banyak peminatnya yakni masuk trowongan aquarium. Di dalam terowongan aquarium tersebut sangat dingin, jadi, walau trowongan dipadati pengunjung, namun kami tetap betah berlama lama di dalam. terowongannya cukup panjang,  saya seperti sedang berjalan membelah laut dengan berbagai jenis ikan lewat di samping kanan kiri serta di atas kepala saya. tempat ini menjadi objek selfi yang sangat menarik, hampir semua pengunjung mengabadikan momen tersebut.

Setelah puas mengitari setiap sudut wahana, kamipun keluar gedung untuk mencari makanan sebelum menuju pantai. Di area sea Word ini tersedia foodcourt yang menyediakan berbagai makanan. Nasi goreng, ayam cryspi, makanan ala indonesia seperti sayur asem, ikan teri, ayam goreng, Di sini juga tersedia sosis goreng, siomay, bakso dan masih banyak menu menarik lainnya. harga di food count ini terbilang wajar, cap cay dengan porssi jumbo hanya di bandrol 10 ribu rupiah, ayam cryspi plus nasi sekitar 25 ribu. harga yang cukup wajar di tempat rekreasi seperti ini.
sumber: wartakotalive.com

Karena hari mulai sore, kami segera menuju pantai, tempat terfaporit dikawasan ini. bagai mana tidak, kami sudah berputar tiga kali namun belum dapat parkir. Alhasil saya, ibumda, dan ketiga pasukanku harus turun di tengah jalan, sementara abi terpaksa berputar lagi mencari parkiran.
Kami memasuki kawasan pantai lagoon, Ancol. Area pinggir pantai ini memang sangat mempesona apalagi saat senja seperti ini, cahaya lampu yang berwarna warni membuat hidup suasana. sayang smartphone saya low bat, jadi tidak bisa mengabadikan semua moment disana. Aapalagi saat itu sedang berlangsung atraksi Sky Air dengan seorang model pria berdiri di atas  papan pipa air, dan meliuk liuk mengikuti alunan musik.

Anak anak lebih tertarik bermainpasir, membuat gundukan gundukan yang menurut mereka mungkin sangat indah, haha...
bermain pasir
sementara saya dan ibunda memilih menikmati tenggelamnya matahari, lalu cahaya di gantikan dengan sinar lampu ditengah pantai. Sayangnya hari sudah mulai malam, kami harus bergegas pulang karena besok pagi anak anak kembali ke sekolah.


View Post




Tinggal di Ibu kota adalah impian banyak orang, apalagi mereka yang ingin mengadu nasib, berharap bisa meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Saya jadi ingat lagu koes plus yang berjudul "Siapa suruh datang Jakarta". Jakarta memang memberi mimpi bagi banyak orang. Semua jenis pekerjaan ada di sini, asalkan mau bekerja dan kretif, uang seolah mengalir dengan mudahnya ke dompet.

Jadi ingat waktu saya masih single dulu, datang ke Jakarta untuk mengadu nasib, melawan kerasnya Ibu kota. Tak disangka ternyata di tanah perantauin ini selain mendapat pekerjaan yang saya cari, juga bertemu belahan jiwa, Alhamdulillah syukur saya ucapkan pada Allah, atas semua karunia yang Ia berikan. Dan setelah menikah saya menjadi warga Jakarta. menetap di Ibu kota dengan semua mimpi-mimpi yang ada.
pose serius di foto, wkwkw

Menjadi Ibu Bagi Ketiga Sang Buah Hati

Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah bagi setiap wanita. Dua belas tahun mengarungi bahtera pernikahan, kami dikaruniai tiga orang anak. Bagi saya, mereka adalah anak anak yang menyenangkan, atas kesepakatan bersama akhirnya saya resign dari kantor untuk mengasuh sendiri buah hati kami. Sebab menurut saya kehadiran seorang ibu dimasa pertumbuhan mereka akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter mereka. Walau terkadang rutinitas yang itu-itu saja sering membuat bosan, namun tingkah laku ketiga pasukan kecilku membuat waktu berlalu begitu cepat. Kebayangkan? setiap anak memiliki karakter yang berbeda, sehingga cara A tidak bisa saya terapkan pada si bungsu sementara si kakak menurut saya pola asuh cara A sangat tepat untuknya. Namun bagaimanapun tingkah laku mereka saya menikmati setiap ditiknya. tawa, canda, jengkel, kesal, bahagia, marah, bangga, datang silih berganti menghampiri hari hari di keluarga kecilku.

kalau pose ini lagi nyari apa ya?
Apalagi sejak mereka memasuki usia sekolah, semakin jelas terlihat karakter masing masing anak. Misalnya si kakak yang lebih tertarik dengan akademi dibandingkan dengan kegiatan olahraga. Kakak memilih ekskulnya marching band. Kecintaannya dengan alat musik mengalahkan rasa lelahnya. Bayangin saja, sepulang sekolah setiap hari selasa mereka berlatih terkadang mereka harus berpanas panasan dilapangan untuk latihan performa. Nah, setelah selesai si kakak dan teman temannya, langsung ngacir ke kantin sekolah untuk membeli minuman dingan. padahal dari rumah saya sudah membekalinya air putih, namun karena panas dan gerahnya dijemur dilapangan, alhasil air putih tak disentuh. Si kakak lebih memilih miniman dingin yang tersedia di kantin.
Saat lomba perebutan piala Gubernur
Sebagai seorang ibu terkadang saya sangat cemas dengan minuman minuman yang ia beli di kantin. Walau bagaimanapun sebagai seorang ibu tentu saya khawatir dengan kandungan zat  di minuman tersebut. Walau mungkin jika tidak sering di konsumsi tidak akan berefek fatal untuk kesehatan, namun saya tidak selalu ada disampingnya yang bisa terus terusan mengawasi aktivitasnya. Jika anak anak di rumah, saya sering membuatkan mereka minuman jus jeruk dicampur wotel, atau jus alpukat. pokoknya sebisa mungkin saya menghindari minuman kemasan.

Mencari Minuman kesehatan

Sari Temulawak
sumber: pixaby
Sejak kecil saya sudah terbisa dengan rempah yang satu ini, bahkan pernah saya mengkonsumsinya setiap malam sebanyak satu gelas besar selama tiga bulan saat itu usia saya masih 10 tahun. Kalau tidak salah dulu saya pernah kena pembengkakan empedu, hiks, masih kecil udah kena penyakit kayak gitu ya, sedih saya. Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya tapi yang jelas kata dokter kecapean. Saya ingat sebelum empedu saya bengkak, kami baru pulang dari kampung menghadiri pemakaman kakek, yang sebelumnya baru tiga bulan yang lalu kami dari kampung menghadiri pemakaman nenek. mungkin saya kelelahan karena banyaknya ritual acara pemakaman yang memakan waktu tiga hari. sepulang dari kampung saya pun ambruk, dokter spesialis anak yang menangani saya bilang jika empedu saya bengkak. Alhamdulillah bapak yang cukup paham dengan obat obat herbal memberikan saya sari temulawak setiap hari selama tiga bulan. dan alhamdulillah empedu saya kembali normal.

Nah, ceritanya nih, saya kangen sama sari temulawak, wkwkwk...
sekalian untuk memelihara kesehatan hati, dan saya ingin nyobain untuk suami dan anak anak, semoga mereka suka. Selain untuk menjaga kesehatan hati, sari temulawak juga baik untuk memperbaiki nafsu makan. Jadi banyak sekali kan manfaatnya, dan sekarang nggak ribet lagi harus marut dan nggodok  sendiri, sudah ada yang praktis, tinggal seduh dengan air hangat atau dingin, beres deh.

Setelah nyobain rasanya sepewrti minum sari temulawak, haha... tapi pas saya seduh dengan air dingin, rasanya enak dan segar, cuma kecium aroma temulawaknya. Kalau begini anak anak mungkin akan suka. Kalau si ayahnya, baru tahap ngeliatin aja, mungkin dia mupeng kali ya cuma takut badan makin melar karena bawaanya pengen makan terus, haha...

Lidah Buaya
sumber: pixaby
Saya pilih varian ini, karena saya sering bermasalah dengan pencernaan. Kalau normalnya BAB itukan setiap hari ya, nah, saya itu bisa tiga sampai lima hari baru deh mules pengen BAB. kebayangkan Sobat blogger, gimana begahnya perut saya? Jika sudah sanagt begah saya makan pete, haha... habisnya saya kurang suka jika harus mengkonsumsi obat pencahar jika tidak terpaksa. akhirnya pete dijadikan kambing hitam untuk memperlancar BAB padahal emang doyan, ups xixi...

Soalnya suami saya itu suka bete kalau saya makan pete, tapi karena alasan saya buat memperlancar BAB, dia mencoba untuk tabah, wkwkwk...
Nah, kebetulan nih Herbadrink ada varian Lidah buaya, jadi saya pengen nyobain khasiatnya, biar suami nggak bete lagi, hihi...
Waktu saya cobain pake air dingin, rasanya wuiii... sueeegeer bangett!! Kayaknya bakalan lupa nih sama pete haha...










View Post